Invasi Zionis adalah Kepungan Ketidakadilan, Duka Palestina adalah Dosa Peradaban

HomeNarasi Fokus

Invasi Zionis adalah Kepungan Ketidakadilan, Duka Palestina adalah Dosa Peradaban

Realitas ini membuktikan bahwa hanya dengan kembali kepada Islam dan menerapkan sistem Islam secara kaffah, umat Muslim dapat membebaskan Palestina dari penjajahan serta menghentikan kebiadaban Israel.

Fatwa Jihad Tanpa Negara: Seruan yang Sunyi di Tengah Ketidakberdayaan
Nestapa Gaza dan Kegagalan Sistem Dunia: Islam Sebagai Pilar Keadilan Sejati
Qatar dan Zionis: Antara Diplomasi Bayangan dan Normalisasi Terselubung

Oleh: Dianaa (Aktivis Dakwah)

POROSNARASI.COM, NARASI FOKUS – Militer Israel semakin brutal dalam melanjutkan operasi darat di Rafah, Gaza Selatan, pada Jumat (21/3). Serangan terjadi saat gencatan senjata masih berlangsung antara Israel dan Hamas, yang dimulai sejak pertengahan Januari lalu. Serangan bertubi-tubi Israel telah menyebabkan lebih dari 50 ribu warga Palestina meninggal dunia sejak agresi dimulai pada Oktober 2023. Sebagian besar korban adalah perempuan dan anak-anak.

Dalam pernyataannya, militer Israel mengklaim bahwa dalam beberapa jam terakhir, Pasukan Pertahanan Israel (IDF) telah melakukan operasi darat di Shabura, Rafah (CNN Indonesia).

Serangan militer Israel terhadap Jalur Gaza kembali meningkat dengan intensitas yang semakin brutal. Pasukan Israel tidak hanya melakukan serangan udara, tetapi juga melancarkan invasi darat ke berbagai wilayah di Gaza. Dalam operasi ini, Israel terus membantai warga sipil, menghancurkan infrastruktur, dan mempersempit ruang gerak penduduk Palestina. Bersamaan dengan serangan ini, Israel kembali mengancam warga Palestina untuk meninggalkan rumah mereka atau menghadapi serangan berkelanjutan.

Dengan dalih “menghancurkan kelompok perlawanan,” Israel justru menunjukkan kebiadabannya dengan membunuh anak-anak, perempuan, dan orang tua yang tidak bersalah. Fakta di lapangan menunjukkan bahwa korban terbesar dari agresi Israel adalah anak-anak, perempuan, dan warga sipil yang tidak bersenjata.

Tidak hanya serangan udara dan invasi darat yang menyebabkan ribuan nyawa melayang serta infrastruktur hancur, bahkan bantuan kemanusiaan pun sering kali dihalangi masuk ke Gaza, sehingga semakin memperburuk penderitaan rakyat Palestina. Tindakan ini jelas merupakan pelanggaran terhadap hukum internasional dan menunjukkan bahwa Zionisme adalah ideologi kolonial yang tidak hanya ingin merebut tanah Palestina, tetapi juga menghapus identitas serta keberadaan rakyatnya. Seperti biasa, dunia kembali bungkam—hanya kecaman tanpa tindakan nyata.

Zionisme dan Agenda Penjajahan

Zionis tidak pernah benar-benar ingin menyudahi penyerangan atau penjajahan. Konflik ini bukan sekadar bentuk pertahanan diri seperti yang mereka klaim, melainkan bagian dari agenda jangka panjang untuk menguasai seluruh wilayah Palestina.

Secara historis, Israel terus memperluas wilayahnya melalui berbagai cara, termasuk perang dan blokade ekonomi. Setiap kali ada gencatan senjata atau perundingan damai, Israel selalu mencari cara untuk kembali menyerang, menghancurkan Gaza, dan melemahkan perjuangan rakyat Palestina.

Dampak dari blokade ini sangat besar. Selain menyebabkan kelangkaan makanan dan obat-obatan, blokade juga melumpuhkan perekonomian Palestina. Warga kehilangan pekerjaan, rumah sakit kekurangan peralatan medis, dan anak-anak tidak mendapatkan pendidikan yang layak. Blokade ini merupakan kejahatan kemanusiaan yang disengaja untuk melemahkan Palestina serta memaksa rakyatnya hidup dalam ketakutan dan keterbatasan. Ironisnya, dunia hanya diam. Namun, semangat perjuangan rakyat Palestina tetap kuat—mereka terus bertahan meskipun dihadapkan pada situasi yang sangat sulit.

Allah SWT telah memperingatkan dalam Al-Qur’an bahwa musuh-musuh Islam akan selalu berusaha memerangi kaum Muslim dan menindas mereka:

لَا يَزَالُونَ يُقَاتِلُونَكُمْ حَتَّىٰ يَرُدُّوكُمْ عَن دِينِكُمْ إِنِ ٱسْتَطَٰعُوا

“Mereka tidak akan berhenti memerangi kamu sampai mereka (berusaha) mengembalikan kamu dari agamamu, jika mereka sanggup.” (QS. Al-Baqarah: 217)

Ayat ini menunjukkan bahwa permusuhan terhadap Islam dan umatnya adalah sesuatu yang nyata dan terus berlangsung. Dengan dukungan Barat, Zionis terus mencari cara untuk menindas dan memerangi Palestina, tidak hanya dengan senjata, tetapi juga melalui propaganda, politik, dan ekonomi demi mencapai tujuan mereka.

Solusi Islam untuk Membebaskan Palestina

Dalam Islam, membela kaum Muslim yang tertindas merupakan kewajiban bagi seluruh umat Islam. Islam memberikan solusi nyata dalam menghadapi penjajahan dan penindasan, yaitu dengan persatuan umat Islam di bawah kepemimpinan Khilafah yang menerapkan syariat Islam secara menyeluruh.

  1. Persatuan Umat Islam
    Perpecahan di antara negara-negara Muslim adalah salah satu penyebab utama kelemahan dalam menghadapi penjajahan Israel. Islam mewajibkan persatuan di bawah kepemimpinan yang kuat agar umat Islam dapat menghadapi musuh dengan strategi yang jelas dan tegas.
  2. Jihad sebagai Jalan Pembebasan
    Jihad dalam Islam bukan hanya perang fisik, tetapi juga perjuangan untuk menghapuskan kezaliman dan menegakkan keadilan. Rasulullah ﷺ bersabda:

    وَعَنْ ابْنِ مَسْعُوْدٍ رَضِيَ اللهُ عَنْه أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: « لَيْسَ مِنْ نَفْسٍ تُقْتَلُ ظُلْمًا إِلَّا كَانَ عَلَى ابْنِ آدَمَ الِأَوَّلِ كِفْلٌ مِنْ دَمِهَا لِأَنَّهُ كَانَ أَوَّلَ مَنْ سَنَّ الْقَتْلَ » مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ

    “Tidak ada seorang pun yang terbunuh secara zalim, kecuali anak Adam yang pertama (Qabil) akan mendapat bagian dari dosanya, karena dialah orang pertama yang memulai pembunuhan.” (HR. Bukhari dan Muslim)

  3. Penerapan Syariat Islam Secara Kaffah
    Sistem Islam memastikan bahwa kaum Muslim memiliki kekuatan politik, ekonomi, dan militer untuk melindungi saudaranya di seluruh dunia. Ketika syariat Islam diterapkan secara sempurna, umat Islam akan memiliki perlindungan serta kekuatan nyata dalam menghadapi musuh-musuh mereka.

Sistem Islam sangat menjunjung tinggi keadilan. Keadilan adalah prinsip utama dalam Islam yang mencakup semua aspek kehidupan, termasuk hukum, ekonomi, dan sosial. Islam tidak hanya menyerukan keadilan, tetapi juga menyediakan sistem yang menjamin keadilan dapat ditegakkan tanpa keberpihakan.

Kegagalan Sistem Internasional dalam Menyelamatkan Palestina

Standar ganda dunia internasional dalam menyikapi konflik Palestina-Israel terlihat jelas. PBB, negara-negara Barat, dan organisasi kemanusiaan hanya mengeluarkan kecaman tanpa tindakan nyata. Bahkan, beberapa negara Muslim yang memiliki kekuatan militer justru memilih diam atau berkompromi dengan Israel.

Realitas ini membuktikan bahwa hanya dengan kembali kepada Islam dan menerapkan sistem Islam secara kaffah, umat Muslim dapat membebaskan Palestina dari penjajahan serta menghentikan kebiadaban Israel.

Serangan darat Israel ke Gaza dan ancaman terhadap warga Palestina adalah bagian dari agenda Zionis untuk menghabisi perjuangan rakyat Palestina. Umat Islam tidak boleh diam dan hanya mengandalkan kecaman dari dunia internasional. Satu-satunya solusi sejati adalah kembali kepada syariat Islam secara menyeluruh dan bersatu dalam membela tanah suci Palestina. Wallahu a’lam bish-shawab.[]

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS: 0