Perdana Menteri Inggris Desak Putin Segera Setujui Gencatan Senjata 30 Hari di Ukraina

HomePoros Dunia

Perdana Menteri Inggris Desak Putin Segera Setujui Gencatan Senjata 30 Hari di Ukraina

Pekan lalu, pejabat Amerika dan Ukraina menyepakati proposal gencatan senjata tanpa syarat selama 30 hari yang diajukan kepada Rusia. Namun, Kremlin menolak kesepakatan tersebut kecuali Ukraina setuju untuk meninggalkan aspirasinya bergabung dengan NATO dan menyerahkan sebagian wilayahnya kepada Rusia.

Menakar Ironi di Balik “Board of Peace”: Perdamaian atau Premanisme Global?
China Peringatkan Negara-negara yang Bernegosiasi Tarif dengan AS
Gema Perlawanan dari Iran: Menakar Hakikat Dukungan Muslim dalam Pusaran Konstelasi Timur Tengah

POROSNARASI.COM, POROS DUNIA — Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer, menuduh Presiden Rusia, Vladimir Putin, menunda-nunda persetujuan gencatan senjata 30 hari dengan Ukraina di tengah meningkatnya tekanan internasional. Starmer menekankan urgensi gencatan senjata dan mengumumkan pertemuan militer di London untuk merencanakan keamanan Ukraina (The Guardian, 15/3/2025).

Dalam pertemuan virtual yang melibatkan 29 pemimpin internasional, termasuk Presiden Prancis Emmanuel Macron dan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy, disepakati untuk membawa rencana pasukan penjaga perdamaian ke fase operasional.

Starmer menyatakan bahwa komitmen baru telah dibuat terkait penjagaan perdamaian dan pengetatan sanksi terhadap Rusia. Ia menekankan bahwa Putin harus segera terlibat dalam diskusi serius untuk menghentikan serangan brutal di Ukraina dan menyetujui gencatan senjata sekarang.

Pekan lalu, pejabat Amerika dan Ukraina menyepakati proposal gencatan senjata tanpa syarat selama 30 hari yang diajukan kepada Rusia. Namun, Kremlin menolak kesepakatan tersebut kecuali Ukraina setuju untuk meninggalkan aspirasinya bergabung dengan NATO dan menyerahkan sebagian wilayahnya kepada Rusia. Zelenskyy menuduh Rusia bermain untuk mengulur waktu agar dapat memperkuat posisi militer mereka sebelum gencatan senjata. Ia menegaskan bahwa Ukraina tidak akan menyerahkan wilayahnya dan bahwa masalah teritorial harus diselesaikan di meja perundingan.

Menteri Luar Negeri Inggris, David Lammy, menantang Putin untuk membuktikan keinginannya untuk perdamaian dan menekankan perlunya jaminan keamanan yang kuat. Ia menulis bahwa proposal gencatan senjata adalah ujian bagi Putin untuk menunjukkan keseriusannya dalam mengakhiri perang.

Sementara itu, baik Rusia maupun Ukraina melaporkan serangan drone signifikan semalam, dengan masing-masing melaporkan lebih dari 100 drone musuh memasuki wilayah udara mereka.

Pertemuan militer di London yang dijadwalkan Kamis depan akan membahas rencana operasional untuk mendukung kesepakatan perdamaian dan menjamin keamanan masa depan Ukraina. Starmer menekankan bahwa tekanan internasional harus terus ditingkatkan untuk mengakhiri perang yang telah berlangsung lebih dari tiga tahun ini.[]

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS: