Indonesia Darurat Seks Bebas, Ini Solusi Tuntas!

HomePoros Opini

Indonesia Darurat Seks Bebas, Ini Solusi Tuntas!

Negara harusnya mampu menjamin pendidikan yang mumpuni bagi generasi. Bukan sekadar formalitas belaka, tetapi karakter yang terbentuk semestinya mampu mencetak mereka menjadi generasi unggul. Bukan hanya dari sisi akademik, tetapi spiritual, mental dan sikap mereka dalam bermasyarakat dan bernegara.

Menelusuri Akar Sosial dalam Sistem yang Cacat
Di Balik Angka, Ada Luka: Menelisik Akar Kasus Pelecehan Seksual dalam Bayang Gaya Hidup Liberal dan Kapitalisme
Sekularisme Menjadikan Sosok Ayah Berhati Iblis

Oleh: Jumratul Sakdiah, S. Pd.

POROSNARASI.COM —  Beredar di sosial media terkait group FB “Fantasi Sedarah” dengan pengikut 32 ribu. Kontennya berisi curhatan bapak-bapak dengan fantasi seksnya bersama orang terdekatnya yaitu keluarga yang bisa disebut hubungan sedarah. Tidak disangka group ini ramai pengikut dan setiap hari berandanya dipenuhi dengan bahasa seks yang sangat menjijikan. Group serupa dipastikan berjamur dengan liar di jejaring sosial media. Karena tak bisa dipungkiri pembahasan seks, kini sudah sampai di perbincangan anak-anak kecil yang masih sangat belia.

Di zaman teknologi hari ini, penggunaan android tak ada batasan, bebas dinikmati oleh siapapun dengan konten apapun yang diinginkan. Sehingga tak ayal, anak bayi pun akan diam ketika diberi HP. Padahal konten yang disajikan acap kali sarat dengan adegan seks maupun konten sampah yang tak ada faedahnya.

Parenting keluarga Islami sirna dari biduk rumah tangga umat muslim, gaya pengasuhan yang bebas sering kali menjadi alasan untuk membahagiakan anak. Dampak buruk jangka panjang sama sekali tak dipikirkan. Akhirnya anak tumbuh menjadi generasi yang dibentuk oleh sistem sekuler hari ini. Yakni generasi yang hedonis dan liberal, sesuai dengan keinginan penjajah.

Karena sejatinya Barat dan antek-anteknya akan berpikir berkali-kali lipat untuk merusak anak-anak kaum muslimin dengan menjauhkan mereka dari Al Qur’an dan mengajarkan kepada mereka seks. Ini cukup menjadi senjata ampuh bagi Barat untuk menjauhkan generasi muslim dari peran mereka semestinya.

Namun, selain pengawasan yang ketat dan parenting yang berkualitas, generasi muslim akan sangat mustahil terselamatkan secara keseluruhan tanpa peran negara. Karena negara yang berhak menetapkan aturan yang berlaku untuk seluruh masyarakatnya. Bayangkan jika aturan dibuat justru melanggengkan perzinaan dan membiarkan generasi dicengkeram oleh liberalisasi Barat yang menyesatkan.

Negara harusnya mampu menjamin pendidikan yang mumpuni bagi generasi. Bukan sekadar formalitas belaka, tetapi karakter yang terbentuk semestinya mampu mencetak mereka menjadi generasi unggul. Bukan hanya dari sisi akademik, tetapi spiritual, mental dan sikap mereka dalam bermasyarakat dan bernegara.

Tapi yang terjadi justru sebaliknya, nyaris tak ada lagi harapan untuk generasi sekarang. Mereka hancur dan negara abai. Negara tak hadir membersamai tumbuh kembang mereka menjadi generasi yang semestinya diharapkan.

Banyak anak-anak menjadi korban kekerasan seksual bahkan dari orang terdekatnya. Baik dari keluarga maupun di sekolah, dan tak terkecuali di lembaga pendidikan yang katanya mengajarkan Islam padahal hanya sebatas kedok untuk menutupi nafsu birahi para predator seks yang berlindung di balik jabatan dan kekuasaan.

Negeri ini gagal menciptakan nuansa ketakwaan individu bagi rakyatnya dan enggan untuk menghapus semua situs porno dari dari tontonan-tontonan baik dari televisi maupun dari HP. Padahal negara punya kekuasaan untuk itu. Tetapi kenapa mereka tak melakukannya? Karena negara ini menerapkan sistem sekulerisme yang menjauhkan Islam dari kehidupan. Aturan yang dibuat senantiasa berkiblat pada Barat yang telah nyata ingin menghancurkan umat Islam.

Kebebasan bergaul dijamin dalam sistem ini. Batasan-batasan syariah tak menjadi rambu-rambu untuk melindungi umat Islam dari segala bentuk kejahatan. Hukuman yang tegas bagi pezina dari Islam sama sekali tak diterapkan. Sehingga tak dipungkiri perzinaan di negeri ini semakin merajalela.

Oleh karena itu, bukan sistem ini yang menyelamatkan Indonesia dari darurat seks bebas. Tetapi hanya sistem Islam yakni Khilafah. Semua umat Islam hendaknya berperan untuk menegakkannya dengan berdakwah sampai Allah menghendakinya tegak. Bukan diam dan menjadi penonton tetapi harus ambil peran. Bukan besok tapi sekarang![]

Illustration by Google

__________________

Disclaimer

POROSNARASI.COM adalah wadah untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua penulis bertanggung jawab penuh atas isi dari tulisan yang dibuat dan dipublished di POROSNARASI.COM. Penulis dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum Syara’ dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS: