Derita Kelaparan Melanda Gaza, Dunia Islam Bungkam Tak Bersuara

HomeNarasi Fokus

Derita Kelaparan Melanda Gaza, Dunia Islam Bungkam Tak Bersuara

Sudah saatnya umat Islam menyuarakan ini, karena berbagai upaya untuk menyelesaikan masalah Palestina sudah dilakukan, dan belum ada hasilnya. Mulai dari boikot produk penjajah, membagikan bantuan, solusi dua negara dan sebagainya. Maka solusi alternatif berikutnya adalah terus menyuarakan tegaknya khilafah yang akan mengirim bala tentara untuk mengusir Zionis dari Palestina dan mencabut Ideologi Kapitalisme Sekuler hingga ke akar-akarnya.

Israel Rudal Anak-anak Gaza yang Sedang Antre Puskesmas
Terkurung di Negeri Sendiri, Pos Pemeriksaan Israel Kian Mencekik Warga Palestina di Tepi Barat
Nestapa Gaza dan Kegagalan Sistem Dunia: Islam Sebagai Pilar Keadilan Sejati

Oleh: Jumratul Sakdiah, S.Pd.

POROSNARASI.COM – Jangan pernah melupakan Gaza! Potret penderitaan mereka berseliweran di sosial media. Sudah tampak nyata kepedihan hidup yang mereka rasa, namun dunia tetap tak kuasa menghentikan genosida yang telah berlangsung lama. Kini, Gaza sengaja dilaparkan dengan memblokade setiap jalan masuk bantuan pasokan makanan ke negeri mereka. Hasilnya, satu persatu nyawa lenyap begitu saja. Menyisakan luka mendalam bagi keluarga dan Muslim di seluruh dunia.

Rumah sakit di Gaza mencatat sembilan kematian baru akibat kelaparan dan malnutrisi dalam 24 jam terakhir. Penghitungan ini menjadikan jumlah total orang yang mati kelaparan selama penjajahan Israel di Gaza menjadi 122 orang.
(internasional.sindonews.com, 25/07/2025). Hingga 21 Juli tercatat 1.054 orang tewas di Gaza saat berusaha mendapatkan makanan, 766 di antara mereka tewas di sekitar lokasi GHF dan 288 di dekat konvoi bantuan PBB dan organisasi kemanusiaan lainnya. Sekitar 900.000 anak di Gaza menderita kelaparan, dan 70.000 di antara Mereka mengalami malnutrisi (bbc.com, 23/07/2025).

Hal ini menunjukkan, angka kematian kedepan akibat kelaparan dan gizi buruk dipastikan meningkat. Nyawa yang hilang tak sekadar perhitungan angka, namun kondisi yang tak manusiawi ini tidak layak dipertahankan. Harus ada upaya untuk menghentikan genosida brutal yang menyesakkan dada ini. Diamnya pemimpin Muslim dan tercerai-berainya umat Islam menjadikan Gaza harus berupaya sendiri untuk menghadapi kekejaman Israel laknatullah. Bahkan pemimpin Mesir sebagai pemimpin negeri muslim yang bertetangga dengan Gaza, pun tak bisa berkutik, kecuali rakyat biasa yang tak tahan dengan penderitaan warga Gaza, mereka menghanyutkan bahan makanan ke laut Mesir, berharap makanan itu sampai di laut Gaza. Sangat menyayat hati, anak-anak di tanah Ribath itu rela mati hanya untuk mengejar satu kantong tepung. Ada yang mendapatkannya, namun ada yang tewas saat mengantri dan perjalanan pulang menuju tempat pengungsian.

Sampai kapan penderitaan ini harus mereka jalani. Apakah umat Islam masih belum tersentuh perasaannya untuk bersatu membebaskan Palestina atau mereka telah dijangkiti penyakit wahn yaitu cinta dunia dan takut mati? Mereka bagaikan buih di lautan, terombang-ambing tak tentu arah, jumlahnya banyak tetapi tak punya kekuatan. Sebagaimana yang digambarkan oleh Rasulullah Saw. dalam sebuah hadits, bunyinya:
Dari Tsauban, dia berkata,

قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُوشِكُ الْأُمَمُ أَنْ تَدَاعَى عَلَيْكُمْ كَمَا تَدَاعَى الْأَكَلَةُ إِلَى قَصْعَتِهَا فَقَالَ قَائِلٌ وَمِنْ قِلَّةٍ نَحْنُ يَوْمَئِذٍ قَالَ بَلْ أَنْتُمْ يَوْمَئِذٍ كَثِيرٌ وَلَكِنَّكُمْ غُثَاءٌ كَغُثَاءِ السَّيْلِ وَلَيَنْزَعَنَّ اللَّهُ مِنْ صُدُورِ عَدُوِّكُمْ الْمَهَابَةَ مِنْكُمْ وَلَيَقْذِفَنَّ اللَّهُ فِي قُلُوبِكُمْ الْوَهْنَ فَقَالَ قَائِلٌ يَا رَسُولَ اللَّهِ وَمَا الْوَهْنُ قَالَ حُبُّ الدُّنْيَا وَكَرَاهِيَةُ الْمَوْتِ

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Hampir-hampir para umat (kaum-kaum kuffar) mengerumuni kalian dari berbagai penjuru,, sebagaimana orang-orang yang akan makan saling mengajak menuju piring besar mereka” Seorang sahabat bertanya: “Apakah disebabkan dari sedikitnya kita pada hari itu? ”Beliau menjawab: “Tidak, bahkan pada hari itu kalian banyak, tetapi kalian buih, seperti buih di lautan. Dan Allah akan menghilangkan rasa gentar dari dada musuh terhadap kalian. Dan Allah akan menimpakan wahn (kelemahan) di dalam hati kalian” Seorang sahabat bertanya: “Wahai Rasulullah, apakah wahn itu?” Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab: “Cinta dunia dan takut menghadapi kematian.” (HR. Abu Dawud no. 4297).

Penyakit ini agaknya telah merasuk ke dalam hati para pemimpin negeri muslim dan umat Islam dunia. Sehingga membiarkan negeri-negerinya dibabat habis oleh musuh-musuh Islam yang telah berlangsung hampir satu abad. Semua ini berawal dari ketiadaan khilafah sebagai pelindung umat, setelah khilafah tiada wilayah umat Islam dibagikan kepada Asing yang memenangkan perang dunia pertama. Sejak saat itulah Palestina diberikan kepada Inggris dan negara Inggris memberikan sebagian tanah Palestina untuk Israel. Sampai akhirnya Zionis dideklarasikan oleh PBB menjadi sebuah negara. Ternyata Zionis tak cukup hanya sepetak tanah, ia menginginkan seluruh wilayah Palestina menjadi miliknya dan secara paksa penduduk sipil diusir dari negeri mereka sendiri.

Sementara, umat Islam hanya bisa menonton dan tak melakukan apa-apa sampai dengan tulisan ini dibuat, tanah Palestina masih dijarah dan penduduknya terus digenosida besar-besaran nyaris tak bersisa. Hendaknya umat Islam berkaca dari sejarah, bahwa umat Islam akan berada dalam puncak kejayaannya saat khilafah berdiri, saat seruan jihad digaungkan, ketika tak ada penghalang seluruh negeri Islam bersatu menjadi satu kepemimpinan dan satu komando untuk menyelamatkan negeri Islam yang terjajah serta membangun kekuatan untuk memporak-porandakan negeri musuh yang berani menentang Allah SWT dan RasulNya.

Sudah saatnya umat Islam menyuarakan ini, karena berbagai upaya untuk menyelesaikan masalah Palestina sudah dilakukan, dan belum ada hasilnya. Mulai dari boikot produk penjajah, membagikan bantuan, solusi dua negara dan sebagainya. Maka solusi alternatif berikutnya adalah terus menyuarakan tegaknya khilafah yang akan mengirim bala tentara untuk mengusir Zionis dari Palestina dan mencabut Ideologi Kapitalisme Sekuler hingga ke akar-akarnya.

Oleh karena itu, harus ada dakwah berjamaah terorganisir yang hadir di tengah-tengah umat untuk mencerdaskan umat, membangkitkan taraf berpikir mereka dan menjelaskan secara kontinyu tentang masalah Palestina dan solusi hakiki untuk membebaskannya dari belenggu penjajah. Jika umat Islam tidak turut berpartisipasi, maka kelak di akhirat setiap muslim akan dimintai pertanggungjawaban oleh Allah SWT tentang apa yang telah dilakukan saat darah kaum muslimin tumpah ruah, negeri mereka dijarah dan jutaan nyawa dibantai habis-habisan oleh kafir laknatullah. Ingatlah hari itu akan tiba, bersiaplah sebelum ajal menjemput, pastikan walaupun tak mampu melihat khilafah tegak namun setidaknya mati di atas jalan menegakkannya. Wallahu a’lam.[]

Illustration by Google

__________________

Disclaimer: POROSNARASI.COM adalah wadah untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua penulis bertanggung jawab penuh atas isi dari tulisan yang dibuat dan dipublished di POROSNARASI.COM. Penulis dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum Syara’ dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS: